Kawan, biasanya kalau long weekend kita biasa pergi keluar kota, begitu pun saya. Namun sayangnya hobby keluar kota saat long weekend kali ini, justru membuang kesempatan having lunch bareng pak Hermawan Kertajaya (sabtu, 19 / 09) kemarin di MarkPlus. Tapi ngakpapa, tentu yang namanya rejeki sudah diatur sekalipun itu dalam wujud ngobrol seputar bisnis dan strategi marketing.
Disisa sebelas hari ini, saya masih sempat menyaksikan acara tahunan kemang festvital, di jakarta selatan. Ditengah gegap gempita konser menantang kasus kriminalisasi beropini ‘koin peduli prita’ rupanya saya masih bisa mendapat berita menarik seputar media sosial dan ber-opini. 1) Luna Maya. Dulu kita sempat digemparkan janji online campaign joko anwar di media twitter. Kini kita mendapat alert bernama pelanggaran etika di media sosial. 2) Saat bulan puasa kemarin, kita dihangatkan acara sahur sawityowit kini saya kembali dihangatkan #wrongtime2tweet .
Luna Maya: Twittermu harimaumu.
Berita menggegerkan datang dari Luna Maya (@lunmay) yang menghapus ruang kicau digital pribadinya (Twitter). Pemicunya adalah sebuah tweet;
“Infotemnt derajatnya lebh HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!! may ur soul burn in hell!!…”
Alhasil, datanglah berbagai macam respond netizen dari bersikap netral dengan menanyakan asal muasal perkara sampai yang seakan-akan tak peduli asal muasalnya. Sesaat sebelum ruang berkicau Luna maya itu dihapus, ia sempat memasang tweet perpisahan berbunyi:
“Maaf yaa semua untuk twit yg gak penting itu,tp untuk yg mengerti makasih bgt,tp untuk yg gak ngerti jg maaf…”
Nah, penyebab masalah ini menjadi ramai adalah Persatuan Wartawan Indonesia dikabarkan akan menggugat Luna yang dianggap melecehkan profesi wartawan. Untuk saya, kasus ini mengingatkan dengan masalah kriminalisasi beropini nya Prita dan Masalah bertutur sopan di media sosial.
Pertama , meskipun twitter memang ruang publik, namun ruang ini pure ditujukan tuk berbagi informasi baik fakta maupun Opini. Kedua , Sekalipun pengguna facebook dan twitter di negara ini tergolong besar, namun ternyata menampung bola salju yang bernama "pelanggaran etika di media sosial", dimana belum semua orang care bagaimana etika dan tata krama di media sosial. Ketiga , berkaitan dengan pendapat pitra pelampiasan kekesalan bisa memicu masalah seandainya dilempar ke ranah publik, dengan hukum yang masih asal bukan tak mungkin jeratan hukum pun bukan tak mungkin telah menunggu. Ini berarti "Twitter semakin berbahaya!".
-
Nah, bagaimana kawan. Apakah social media masih cukup nyaman untuk Anda?
Incoming search terms:
- ,etika media sosial,etika twitter,etika bisnis melalui media sosial,pelanggaan etika bisnis di sosial media,etika edia sosial twitter,pelanggaran etika infotaiment,apa itu etika,pelanggaran etika bisnis di media,pelanggaran dalam media online,pelanggaan etika bisnis di media sosial,media online melanggar kode etik,pelanggaran etika komunikasi di twitter,pelanggaran etika luna maya di internet,ruang opini,permasalahan etika sosial,penyimpangan etika di media sosial,penyebab penyimpangan etika media sosial,pelanggaran status twitter luna maya,pelanggaran pada media online,pelanggaran kode etik oleh media online






Pingback: Prediksi Peluang dan Perkembangan Bisnis Internet 2010 | Internet Marketing as Blogpreneur