
Ikut melengkapi tulisan Toni dan pitra membahas brand dan blogger saat ini. Tulisan ini mungkin lebih tepatnya dapat dikatakan opini. Makin banyak brand yang melibatkan blogger dalam acaranya, rupanya memang benar kekuatan social media yang dikomandoi narablog membuat pemilik brand terpaksa menambah strategi komunikasi pemasaran via jalur online.
Jika pelaku brand management lihai membentuk opini dan berkomunikasi lewat media vertikal, kali ini mereka terpaksa memahami para pelaku social media . Mau bagaimana lagi, pemberitaan dan aktivitas di internet lewat facebook , twitter , forum dan mailing list semakin menjadi refleksi dari dunia nyata .
Mahluk yang dihadapi berbeda pun dengan umumnya, alhasil marketing strategy dan pendekatan strategi komunikasi pada online media 2.0 pun berbeda. Mereka dipaksa menghadapi individu yang memiliki media pribadi sendiri, kekuasaan sendiri, bahkan sampai memiliki ‘umat’-nya sendiri. Kalau pemilik brand memahami apa itu blogger, maka tanpa perlu seorang ahli internet marketing strategy pun, kita bisa tau blogger mana yang memiliki ‘umat’.
Berikut ini, adalah pandangan saya tentang Blogger dan beberapa hal bagaimana Brand seharusnya memahami para Blogger ? Bagaimana brand identity , brand building dibangun lewat social media ?
Bagaimana mengontak para blogger dan memilih Blogger?
Jika pemilik brand atau marketing strategy diharuskan melibatkan blogger didalam acaranya, dia tak tahu ke mana menghubungi narablog. Salah satu cara mudah mendekatinya adalah mencari komunitas yang profilnya sesuai dengan brand identity yang ingin dibanngun. Namun sayangnya tidak jarang ia (blogger) yang memiliki massa ituh justru jarang aktif dalam forum online.
Untuk itu, selain mencari dalam komunitas, lihat pula blog-nya. Sebaiknya, memilih personal yang memiliki authority, Massa dan niche yang sesuai dengan brand positioning dan brand image yang ingin dituju. Kalau sudah begini, pemilik brand cukup mengubungi lewat email yang diberikan, mudah bukan….
Benarkah Blogger memiliki kepala suku ?
Memang benar suatu komunitas punya figur yang di’tua’ kan, atau dianggap pakar. Umumnya blogger memiliki blog favorite yang biasa dikunjungi, tulisan sang guru, ngak salah lagi memiliki pengaruh. Namun Ingat brand image anda ditangan mereka ( blog reader ), jika brand marketing perusahaan sudah mampu mendekati pemilik blog ( kepala suku ) dan menjalin networking, sisanya berharaplah dari Authority atau personal branding mereka.
Isi tulisan blog belum tentu begitu saja di amini umatnya , tapi setidaknya akan tercipta brand awarenes. Ingat kalau cara dan pola pikir mereka sudah ada sebelum tulisan dibaca.
Kode etik dan Network Marketing
Meski blog sudah populer saya menduga kalangan humas dan pemasaran belum benar-benar mengenal narablog. Jangan sampai menyamakan blogger dengan media, mereka menulis by passion not by assignment . Dalam blog tidak pernah ada sebuah kode etik yang benar benar berlaku universal dan dipatuhi oleh semua blogger. Oleh karna ‘ketidakpatuhan’ itu bisa tercipta suasana yang cair dan terjalin authority dan trust worthy tingkat tinggi terhadap suatu artikel.
Lewat kepercayaan dan sudut pandang subjektif pembuat artikel, maka keuntungan marketing campaign yang dimiliki jika brand berhasil menggaet seorang blogger adalah jalinan network marketing dengan reader secara mendalam, karena blogger mempertaruhkan personal branding mereka untuk brand produk anda. Pada akhirnya strategi komunikasi pemasaran yang efektif via internet marketing pun bukan tak mungkin, mampu membuat brand produk anda sebagai trend .
Melihat, kekuatan social media, khususnya blogger. menurut Anda bagaimana peluang monetizing untuk sebuah blog ? jika dibandingkan dengan portal
Incoming search terms:
- ,cara membangun brand,brand pemasaran,pengertian Brand Identity,cara membuat blog brand image,cara membangun branding,artikel brand image,Membangun Brand Image,bagaimana branding,bagaimana membuat brand identity,apa itu brand identity,brand pemasaran adalah,bagaimana cara membangun brand image pada pribadi sendiri,penjelasan tentang brand image,brand image,artikel tentang upaya seorang produsen menciptakan brand equity bagi produknya,brand dalam ilmu pemasaran,membangun brand image melalui internet,branding pemasaran,strategi\ komunikasi online,makalah brand image




Pingback: Blogger, etika dan Brand « radio Skm 95.50 fm