Di artikel kali ini kita akan bergunjing tentang karya pertama saya di social media marketing. Dua tahun silam, adalah pengalaman pertama memegang campaign sebuah brand yakni PT Sampoerna, berawal sejak kepulangan saya dari studi singkat di malaysia, APIIT.
Aktivitas marketing untuk brand di social media, dimulai dari ajakan pak Mada untuk bergabung dengan Inventco (suatu perusahaan internet marketing yang berfokus pada online reputation management).
Ketika itu Inventco hanya diperkuat dengan 3 orang yang semuanya memiliki passion dengan internet serta keahlian yang berbeda beda: bung Endri, pak Mada, dan Saya sendiri. Untuk project yang ditangani seperti kamu lihat judul diatas, nama client kami adalah Sampoerna sementara produk yang dihandle adalah event musik A Mild live wanted.
Nah, apa saja Goals/KPI ( key Performance Index) yang harus dipenuhi? Measurment yang diterapkan? dan pelajaran apa yang diraih dari kampanye ituh?
Goals
Parameter, patokan, objektif atau juga KPI apapun kalian menyebutnya. Ini adalah acuan mengukur tingkat keberhasilan suatu kampanye yang dilakukan. Nah, promosi yang saya handle saat itu bertujuan meramaikan event musik A Mild Live Wanted 2008, ketika itu pemanfaatan dan jumlah pengguna facebook belum seperti sekarang dan twitter pun masih belum terdengar karena tribe microblogging masih menempel pada Plurk. Berikut goals yang harus dipenuhi:
- Membangun awareness A Mild Live Wanted di internet atau social media.
- Men-trigger para blogger/audience untuk berpartisipasi dalam setiap event interactive A Mild Live Wanted(AMLW).
- Terjadi peningkatan Leads atau membership di AMild.com
- Mengoptimalisasikan gaung AMLW di search engine.
- Melebarkan blog networking ke blogger blogger yang memiliki passion musik.
Oia, ngomong ngomong saat ini bagaimana yah keadaan Plurk kamu? apa masih aktif disana…
Measurement

Setelah perancangan Goals, maka giliran kita menerapkan measurment alias metodenya. Measurment bisa dilakukan untuk satu atau dua hingga beberapa goals namun ada juga yang tidak. Secara garis besar kita akan berfokus pada generating leads dan awareness pada media blog, plurk dan forum.
# Awareness A Mild Live Wanted – Ini sih jualan utama, bahkan sampai sekarang. Percaya ngak percaya sampai saat ini kata kata brand awareness paling banyak berkumandang diantara para digital marketing agency. Nah, Saat itu metode yang diterapkan saya adalah
- Create Flog- Membangun 12 flog (fake blog) dimana setiap individunya mempunyai karakter yang mewakili setiap daerah atau regional AMLW mulai dari Papua, Balikpapan, Jakarta, hingga Bandung.
- Flog Networking- Fake blog bukan hanya dibangun dan membuat backlink ke website utama, namun fake blog juga diharuskan membentuk pusaran berita. Caranya dengan menghubungkan ke-12 blog.
- Content – Penyajian konten pada setiap flog bukan melulu soal musik, karena perlunya personalisasi maka ada bagian bagian konten tentang hal hal yang sedang happening. Misalnya untuk blog dengan karakter wanita seperti Vindatamara.com, konten berisi puisi dan hal hal yang berbau bau girly namun tetap pada saat saat tertentu di selingi tentang musik dan update news sejalan dengan konten Amild.com.
- Blasting – Sekalipun pemanfaatan media facebook belum sehebat saat ini, social network itulah yang paling berguna untuk news blasting mengingat kekuatan plurk tidak seperti twitter kini.
- SEO – Ini bagian yang paling wajib, istilahnya internet marketing tanpa memaksimalkan search engine ibarat steak tanpa daging. Terkait soal SEO, saya memaksimalkan kedua belas blog tersebut dengan beberapa kata kunci “kompetisi band”, “band competition”, “A Mild”, “A Mild Live Wanted”.
# Generating Leads – Membangun leads/prospek tidaklah mudah, diperlukan konten yang mampu memberi kesan bagi pembaca, membantu mereka, atau juga komunikatif kalau perlu lengkap dengan call to action.
Bagi praktisi SEO pemula, biasanya traffic adalah ukuran utama namun bagi tingkat advance diperlukan usaha yang jeli agar konten mampu tampil di search engine sekaligus dapat dengan mudah dibaca orang sehingga mengundang leads. Contoh artikel SEO yang baik : “social media marketing” dan “Update status facebook via twitter“.
Nah, berbagai macam bentuk leads adalah, subscriber, email (harus melalui konfirmasi dengan pemilik email), membership, friends, fan, atau follower dan sejenisnya.
# Interactive & Networking- Nilai penting dari social media alias media horizontal adalah networking dan interaksinya. Interaksi tidak melulu datang dari komentar. Interaksi bidang datang dari:
- Copy paste – Jika ada artikelmu yang di copypaste itu artinya artikelmu menarik, ini suatu interaksi yang cukup ekstrim lho mengingat faktor copyright.
- Viral Posting – Kamu bisa melakukan monitoring dengan search engine, khususnya Google. Lakukan monitoring dengan keyword tertentu, catat berapa jumlah page yang mempunyai korelasi dengan keyword tersebut pada saat sebelum masa kampanye. Kemudian cek lagi setelah kampanye selesai, jika jumlah yang disajikan google bertambah setidaknya 25% dari jumlah semula, maka Selamat kampanye kamu cukup sukses
. - Komentar – Bagian ini memang ngak perlu harus viral, tapi bukan berarti mudah. Memancing komentar memiliki kesulitan tersendiri. Diperlukan personal branding dan networking antara pemilik web dengan pembacanya dan itu tidak dibangun dalam waktu singkat!. In case, dari kedua belas blog yang saya asuh ketika itu, hanya tiga blog yang lumayan interaksinya dan anehnya dua dari tiga blog ituh adalah blog dengan karakter perempuan, seperti Vindatamara.com.
Analysis ( What I get )
Nah, akhirnya tiba juga pada bagian paling penting. Karena semua tindakan pasti ada hikmahnya, maka di bagian analysis ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua khususnya saya pribadi (bahasanya normatif abisss dahh). Setidaknya ada tiga hal penting yang bisa menjadi pelajaran bersama, diantaranya:
1. Personal Branding -Dari project A mild ini saya paham bagaimana membangun networking dengan pembaca sebagai tribenya tidaklah mudah. Dibutuhkan konsistensi untuk terus dan terus ngeblog. Blogging itu bukan sprint yang bisa dikebut dalam satu hingga tiga bulan namun lebih mirip marathon. Dari sini juga ternyata perempuan lebih mudah mendapat tanggapan komentar lho atau mungkin hanya untuk segment musik saja kah?
2. Mindset low budget high impact – istilah low budget high impact biasanya jadi alasan kenapa banyak perusahaan ataupun brand owner yang ingin masuk ke area social media. Sayangnya banyak yang keblinger, pemahaman low budget bukan dari ukuran dompet tapi yang benar yakni dari ukuran tingkat kesuksessannya. Tidak heran kenapa banyak kampanye yang gagal mulai dari keputusan brand owner yang jauh dari social hingga masalah mindset low budget high impact ini.
3. Keyword Precision – Disini saya belajar bahwa setiap keyword memiliki harga yang berbeda. Kualifikasinya adalah tingkat kompetitor dan interestnya. Terakhir saya berkenalan dengan keyword branding, misalnya pada produk “amild” sebaiknya memakai keyword “rokok” selain memaksimalkan amild itu sendiri. Nah, untuk urusan keyword tool khususnya untuk keyword research saya mengandalkan google keyword.
4. Luck – Yang namanya result ngak lepas dari luck. Di project PT Sampoerna ini ada beberapa kegagalan seperti tidak terpenuhinya jumlah komentar untuk setiap blog. Namun justru saya mendapat hasil yang diluar dugaan lebih besar dari sekadar komentar, yakni: “Untuk pertama kalinya semenjak kompetisi band AMLW dipasarkan, baru tahun 2008 kompetisi ini masuk Google Trend“.
Nah, kawan ada yang mau berbagi saran…Saya tunggu komentar brilian Anda
Incoming search terms:
- ,brand sampoerna,pemasaran sampoerna,kata kata sampoerna mild,aktivitas brand,sampoernaaktivitas utama,promo trend mild,philip morris,wanted sampoerna,pelajaran pemasaran sampoerna,musik sampoerna mild,kenapa sekarang blog di banrd gogle,kegagalan PT Sampoerna,promosi event sampoerna,report viral campaign#sclient=psy-ab,sampoerna agency,sampoerna mild event,sampoerna mild event musik,sampoerna mild events,sampoerna mild kata-kata,sampoerna mild wanted



