Sudah tau tentang implementasi fitur tagging di facebook status ? rupanya selain menjadi sarana baru internet marketing sebagai alat ‘mencari cari perhatian’ manfaat facebook tagging pada status juga bisa dimasukan dalam kategori semantic social media ataupun social media tools for marketing .

Sebelumnya, hanya fitur Photos yang dapat dijadikan media untuk merujuk suatu entitas dengan tepat. Sekarang lewat feature tagging pada facebook status -Thanks to Twitter – pengguna maupun pemilik brand di facebook Page atau facebook Group bisa merujuk entitas pengguna. Benefit dari status tagging sendiri menolong mereka mereka yang tidak/kurang/belum memiliki authority sehingga membuat facebook status mereka bisa memiliki lebih daripada sekedar text yang kemudian akan jadi sampah.
Lewat semantic social media , brand jadi bisa tahu siapa saja yang ikut beraktivitas mulai dari dalam Page-nya sampai siapa saja yang disinggung dalam percakapan komen di Wall, bahkan untuk sekedar facebook status ituh. Ini berarti kita bisa membuat graph hubungan antara pengguna satu dengan yang lain atau juga brand dan penggunanya, misalnya lewat facebook marketing tools yang ini atau lewat applikasi facebook yang ituh .
Kalau sudah begini, berarti akan lebih banyak informasi tentang tanggapan kedatangan miyabi yang didukung menkominfo atau bahkan untuk keperluan research netnography dan social media marketing . Jadi tidak bisa dipungkiri fitur @-tagging ini pasti akan banyak membantu facebook dalam menjaga pengguna maupun mendukung kegiatan online campaign sebuah brand.
Masalah Periklanan Facebook (Social Media Marketing Strategy)
Selama ini kemunculan Iklan dalam Facebook sudah ter-targetted sesuai dengan karakter penggunanya. Bahkan tak dipungkiri seiring perkembangan feature semantic di facebook akan bisa meng-effisien-kan kerja marketing untuk social media itu sendiri. Masalahnya, Social Media Marketing Strategy saat ini di facebook adalah insight behavior pengguna pada social netowork lebih mampu mengabaikan jenis advertising berupa ad space. Sehingga bisa dikatakan iklan hanya muncul saja pada target(konsumen) tapi sayangnya tanpa ada efektivitas dan effisiensi penyerapan brand message.
Kalau saja pemilik brand dapat memanfaatkan pemilik authority atau pengaruh pada social media yang kuat ujung ujungnya pemilik brand, pengguna Facebook dan konsumen secara global akan dapat menikmati dampaknya. Dengan kata lain, jawaban masalah efektivitas dan effisiensi untuk Facebook ads adalah bentuk periklanan haruslah disinergikan / disebarkan lewat user (aktivis facebbok) secara kekuatan personal atau iconnic .
Value data sebuah trending Topic Twitter track tools
Bagaimana anda melihat ukuran suksesnya trend di twitter? masih mengukurnya hanya lewat hashtag ?
Mikroblongging , Twitter yang sudah mengglobal ini mulai kehilangan value datanya karena besarnya userbase. Hal ini ditandai dengan mudahnya ratusan bahkan ribuan hashtag aneh yang masuk menjadi trending topic seperti #alesanputus atau #jamanSD. Hashtag memang bisa memberi nilai tambah sukses bagi brand , namun dengan semakin banyaknya pengguna yang tidak diimbangi dengan geo-location membuat data tersebut menjadi sangat mentah.
Oleh karena ituh, Penambahan informasi geografis akan mengembalikan data ini menjadi lebih bernilai karena punya konteks tambahan yang cukup spesifik. Lewat Proses data mining akan lebih banyak output dan kesimpulan atau cerita bahkan yang bisa ditarik pun akan semakin variatif.
Bagaimana, sudah terpikir mau diapakan fitur fitur ituh? atau masih bingung apakah fitur-fitur baru tersebut akan bermanfaat?


