Today’s While Blogwalking at Ray through Brokencode once again I see, that’s Indonesian website has build a bad web with a huge cost. According detik.com the web is build up with fantastic high cost Rp 17,5 M. But surely the web is so Fantastic, you may have to see.
Yup, the fantastic is not for design, is not for something good. they have a bad design I think. What they have done with the money?.. it’s so impossible for promotion money. they not have an adwords, Banner Link, or might be TextLink.
How about the design?
So Bad,like Ray had mentioned, and I think so. my-indonesia.info designer like have no idea to full fill the front faces and they just making lack of content with not good position . and My question is “why they not build the weblog ? cause I think Blog is the social media leader and Blog more nearest with their readers”.
How about SEO technical?
They don’t have. so you’ll not see at 1 page of SERP, then why you don’t ask SEOkita or make a contest to grow up your web, like Brokencode said “Buat saja SEO kontes”.
My conslusion
The possible reason for the Money is Corruption, or… just wasting their money. and this site remembering me on SBY site for few months latter which have a lot of holes to be hijacking, and last but not least that site could be making bad impression for any foreign who want to visit here.
Other’s Comparison
Singapore, Thailand,Vietnam, Brunai.
Others’ opinion :
So, How about you .. ?




[…] Depbudpar, benarkah? 3. Menelusuri dalang 17M dari sisi server 4. Oh My-Indonesia Oh My God 5. Is High Cost Web Better ? - my-indonesia.info 6. Akankah My-Indonesia.Info menjadi sebuah kebohongan publik? 7. Tourism Site of Indonesia, ohh […]
with this method also blowing up their traffic, doesn’t it ? Some many review and backlink automatically created without any payment like reviewme.com.
yup, but U know? I found 3 warning for security side and might be more…I going to check out again..
any Blogger interested with their holes..?
[…] Arham […]
[…] situs Depbudpar, benarkah? 4. Menelusuri dalang 17M dari sisi server 5. Oh My-Indonesia Oh My God 6. Is High Cost Web Better ? - my-indonesia.info 7. Akankah My-Indonesia.Info menjadi sebuah kebohongan publik? 8. Tourism Site of Indonesia, ohh […]
[…] http://www.dexno.com/ http://ustadz.net/ http://road-entrepreneur.com/ http://www.bali.ikads.com/ http://abahoryza.blogspot.com/ […]
salam kenal mas

untuk sekedar melengkapi, saya kebetulan mengikuti kontroversi ini juga di beberapa milis. beberapa komentar membahas juga, saya sampaikan di blog saya.
siapa tau bisa dijadikan perimbangan
sekedar berbagi
http://www.edo.web.id/wp/2007/12/14/indonesia-30-dan-situs-pariwisata-indonesia/
Hi all, i’m one of the developer for http://www.my-indonesia.info. I wanna give some info about it in my website, http://www.ard4art.com
Be aware of security Man, you are not safe
oh my god… ngomongin apa nih. gak ngerti english

[…] Arham […]
I don’t know about this yet. Until i read this topic of yours. I think it doesn’t matter how it will be grow up later. I mean about that site but with high cost Rp. 17,5 M hmmm… very fantastic. My question is …Why this cost is too high..’n why just not to give it to me on my account so i can give it a half for others need it.
wuaahhh…jadi makin sakit hati kalo kita ngintip situs pariwisata singapore dan lain2 itu ya? mendingan duitnya disumbangin buat anak jalanan, anak2 asuh temen2 saya di kks_melati.
[…] 4. .. dan ini… […]
back link mas..
salam kenal mas .. dilink ya artikelnya
Menanggapi komentar-komentar yang beredar tentang situs pariwisata http://www.my-indonesia.info, semoga tulisan yang dikeluarkan oleh Indo.com bisa menjadi suatu acuan dan dipahami orang banyak.
Nenek bilang jangan ditelan mentah-mentah tulisan di media yang salah melulu. (Dan seperti biasanya di Indonesia, nothing is the way it seems – orang Medan bilang, ada udang dibalik kuetiaw.)
First, anggaran yang bener itu Rp 5.5 milyar untuk 2007, bukan 17 milyar. 17M itu kalo dijumlahkan dari tahun 2006 dan 2007 yang sudah direalisasi, dan 2008 yang paling banyak, 10 milyar, yang masih rencana. (Kenapa gak sekalian dijumlahin dari tahun 1945, inflation adjusted, sampai tahun 2050?)
Second, anggaran yang tahun 2007, dari 5.5 milyar, potong pajak jadi efektif 4.65 milyar, itu porsi terbesarnya dipakai untuk promosi online, di Google, Yahoo, portal wisata internasional seperti Travelocity, dan juga portal domestic seperti Kompas, Bisnis, Media dsb (hint: apa yang tidak disebut?) Porsi kedua dialokasikan untuk memberdayakan hotel-hotel kecil, biar bisa ikut belajar promosi dan bertransaksi online. Kita bikin workshop di 3 kota – Jogja, Lombok, Manado – dihadiri 400-an orang/hotel, iklankan, talk show, masukkan 100-an lebih hotel ke my-indonesia.info dan system reservasi indo.com, dan ketika terjadi transaksi, membimbing mereka.
Intinya, kegiatan e-marketing ini tentang promosi online, bukan tentang bikin web site. Hasil apa yang didapat? Iklan pariwisata Indonesia ditayangkan sekitar 90 juta kali, kepada pengguna Internet yang senang berwisata atau bahkan sudah mencari informasi tentang berwisata ke Indonesia melalui situs pencari. Berarti efektif biaya menjangkau satu orang ini hanya Rp 50an. Pengunjung yang sudah dilayani tahun ini 230 ribu orang. Berarti biaya melayani satu orang calon wisatawan ke Indonesia, kalau dilakukan secara virtual via Internet, biayanya hanya Rp 20 ribuan. Sangat cost efektif.
Belum lagi waktu sebelum promosi, kalau coba cari “indonesia info” di Google, situs paling atas adalah punyanya CIA. Jadi perspektif yang didapat orang adalah perspektif CIA. (Coba search “president indonesia” sekarang di Google, situs siapa yang paling atas?) Punya Pemerintah dulu tidak kelihatan. Sekarang, untuk kata-kata kunci seperti itu, “tourism indonesia” dan hampir 2000 kata lainnya, situs Pemerintah sudah muncul, bahkan pada posisi-posisi terdepan.
Jadi lihatlah kegiatan e-marketing ini dalam konteks strategi pemasaran pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Kalau tahun 2008 dianggarkan Rp 10 milyar, dari total anggaran promosi pariwisata, yang kalau saya tidak salah sekitar Rp 280 milyar, optimalkah kalau hanya 3-4% yang dialokasikan untuk pemasaran via Internet? Survey BudPar sendiri menunjukkan sudah 56% wisatawan ke Indonesia yang mencari informasi tentang wisata ke Indonesia via Internet. Kalau kita mau book Yahoo Singapore untuk 1 HARI saja – supaya setiap orang yang buka pasti lihat iklan kita, seperti blocking time di TV – biayanya bisa sekitar SGD 1 juta - atau Rp 6 Milyar sendiri!
Negara tetangga kita juga mengetahui ini dan berpromosi via Internet dengan agresif. Kita dapat info bahwa mereka di Google dan Yahoo saja bisa belanja iklannya sekitar USD 1-2 juta (Rp 9-18 Milyar)per tahun di masing-masing portal. Belum portal-portal lainnya dan kegiatan online promotion lainnya (Singapore Tourism Board pernah beriklan via newsletter broadcast menggunakan indo.com.) Untuk mengajak industri pariwisata berteknologi saja (seperti yang kita lakukan dengan hotel-hotel kecil ini), Singapore alokasikan dana SGD 10 juta (bisa lihat di situs Singapore Tourism Board).
Yang jelas, promosi pariwisata sekarang ini, oleh pemerintah maupun swasta, mau tak mau sudah harus melibatkan Internet – karena wisatawan adanya di situ.
Terima kasih untuk saran dan masukannya, untuk komentar lebih lanjut, silahkan email ke saran@indo.com.
Salam
Adeline Djelita
http://www.indo.com
kalo ternyata (sebenarnya) emang kurang dananya kenapa yah minta 200 Milyar aja sekalian atuh Bu! tapi pastikan bo ya tampilannya mempresentasikan Indonesia, keterbacaannya, kualitas gambarnya, layoutnya, plis deh jangan menjawabnya dengan paparan promosi atau marketing…..kalo emang point of viewnya dari promosi atau marketing bo yah dibagusin dulu dong barangnya…mbak juga pasti ogah berat ditawarin mobil dengan harga 200juta tapi bodinya udah penyok disana sini, iya kan?
Intinya sih ini semua pembelajaran, kalo dari kasus my-indonesia ini sudah sangat jelas ini tipical government project (orang2 yang minim pengetahuan masalah IT), sangkuriang project, ngejar deadline yang penting kerjaan cepet selesai biar pembayaran lancar, ga usahlah menjawab biaya promosi dan sebagainya, repot kalo nanti memang harus ibu buktikan secara legal karena fakta yang ibu sendiri paparkan sebenarnya ga cukup buat biaya itu semua, tapi faktanya lagi situs ini jadi juga.
pembelajarannya adalah bo ya kalo kerja itu yang bener, yang sistematis, yang terencana kalo budgetnya ga masuk yah jangan dipaksain, kalo emang mau bikin bagus dan harus diganjar dengan biaya yang benar yah perjuangkan harganya, kalo ga mau yah udah lepas aja.
INI INDONESIA BU, NEGARA! BUKAN KOMUNITAS ARISAN YANG SUM SUM BIKIN SITUS!
INGET BAWA NAMA NEGARA DONG!
terima kasih
Ganni
hallo adeline. Situs tersebut dapet free “bad” publication. Untung juga kalian.
Kedua, disain situsnya kok kurang menarik sih. Apakah ini persaan saya saja?? dari segi layout, komposisi warna, cenderung nggak matching.. halah.. ada yang berperasaan sama ga?
mudah2an deh biaya segitu ga ada korupsi2nya.. duit rakyat kan yang dipake.
yang lebih gila indo.com dipasangi Adsense
Logo My-indonesia kok Bali??
KREASI JOGJA TOUR
Bila anda pingin berkunjung dan jalan2 di kota jogja tanpa buang banyak duit maupun waktu silahkan hubungi saya.
TOUR 2 HARI
Day 1
Dengan kereta mini mengunjungi Candi Prambanan,candi sewu dilanjtkan melihat proses pembuatan kerajinan perak di kota gede dan makan siang.Dilanjukan menuju ke Kraton, Taman sari, benteng dan gerbang kraton dengan menggunakan Andong wisata. Malam harinya makan malam dan menikmati permainan Masangin di tengah 2 pohon beringin? alun2 selatan
Day 2
Mewngunjungi candi borobudur, candi mendhut, candi pawon dilanjutkan makan siang sambil menikmati 2 gunung besar ( G merapi n G merbabu) di Ketep Pass. Tour dilanjutkan ke agro wisata salak pondoh, Melihat secara dekat proses batik tuliis, proses pembuatan bakpia, menikamati suasana malam di Mallioboro
KULTURAL TOUR
Day 1
Batik course season 1, makan siang ala Kraton, Mengunjungi Candi Prambanan,Sun-set Candi Borobudur, Makan malam
Day 2
Dengan Andong Wisata keliling sekitar Kraton, Kraton Taman Sari, Makan siang. Dilanjutkan Batik Course Season 2, Sun-set di Pantai Parangtritis, Makan malam, Permainan Masangin ( masuk di tengah 2 pohon beringin kembar )
Day 3
Batik couse season 3 ( terakhir ), makan siang, Mengunjungi pabrik batik tulis khas Jogja, Silver Factory ( Kota Gede), Desa seni Kasongan, proses pembuatan bakpia, Menikamti suasan malam kota Jogjakarta di Malioboro.
JOGJA FANTASTIC TOUR
Day 1
08.30 ; Mengunjungi Taman sari ( Water-castle ) dan Keliling melihat kampung sekitar dalam Kraton dengan Andong wisata
10.00 ; Mengunjungi Kraton Kasultanan Ngayogyokarto
11.30 ; Melihat proses pembuatan kerajinan perak di Kota Gede dan dilanjutkan dengan makan siang
13.00 ; Singgah sejenak melihat proses pembuatan batik tulis khas Jogjakarta
14.30 ; Mengunjungi ” Pabrik kaos kata kata lucu ” DAGADU “
15.30 ; Kembali ke hotel untuk istirahat
19.30 , Mengikuti permainan malam hari dengan masuk tengah diantara 2 pohin beringin di Alun - alun selatan ” Masangin ”
20.45 ; Kembali ke hotel
Day 2
08.30 ; Mengunjungi Candi Borobudur
11.30 ; Makan Siang
12.30 ; Menuju Candi Prambanan dan Legenda Candi sewu melewati lereng gunung Merapi dan perkebunan salak Pondoh
15.00 ; kenbali ke hotel untuk istirahat
18.30 ; Makan Malam dan menikmati sendra tari spektakuler ” Ramayana ” dengan cerita perjuangan cinta sejati si Rama merebut kembali si Shinta dari tangan jahat Rahwana
22.45 ; singgah sejenak ke pusat oleh2 khas Jogja ” Bakpia ”
Harga paket keselurahan Rp 1.361.500,- + Sendra Tari Ramayana Rp 240.000,-/2 orang = Rp 1.601.500,-
Bila tidak pake Tour ke Candi Borobudur tinggal harga dikurangi Rp 20.000,-
Harga tersebut termasuk:
1. Tiket obyek wisata
2. 2 x Lunch dan 1 x Dinner ( Romantic dinner )
3. Guide Tour/Local Guide
4. Car Avanza / Xenia ( Driver, Oil, Parking )
5. Ijin foto
6. Local Transportasi / Andong Wisata
SAYA MASIH BANYAK TOUR UNTUK ANDA BILA BERKUNJUNG DI JOGJA, DISAMPING ITU SAYA JUGA DAPAT MEMBANTU KEMUDAHAN2 ANADA MENCARI HOTEL, TRANSPORTASI, DLL
An : Dewa Budi Chisara
Add: Taman Kt 1/309.Kraton.Jpgjakarta 55133
Cp : 08170955983
Email : dewabudichisara@yahoo.com