Ketika era Social Media dan faham Horizontal semakin meluluh lantakan dominasi media vertikal. Disaat yang sama Melalui saga Jakarta Fashion Week, Indonesia kembali memantapkan jakata sebagai kota mode . Ditengah budaya kebarat baratan lewat fashion kita tunjukan pada dunia diversity yang Indonesia miliki.

Lelaki itu berseragam hitam hitam, dibalut juga dengan cardigan hitam. Seperti kebanyakan orang disekitarnya, ia agak mempercepat langkahnya dikarenakan teriknya jakarta yang semakin panas dari hari ke hari. Saat itu mungkin tak semua orang menyadari, kalau hari itu bertempat di The Pacific Place Mall Jakarta, Jakarta Fashion Week 2009/2010 kembali digelar. Disana hadir pula Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo lengkap dengan pidato pidato pembukaan, layaknya event event skala vertical .
Jakarta Fashion Week Worth
Event yang katanya ber-skala international ini memiliki arti penting untuk memberikan stimulus terhadap perkembangan industri fashion, tekstil, dan pedagang garmen, serta pengembangan ekonomi kreatif yang nantinya akan memantapkan Jakarta sebagai kota mode. Yang kemudian bisa saja mengundang buyer dan client yang lebih besar dari sebelumnya .

Jadi ngak heran kalau acara ini juga dibarengi beberapa desainer kondang turut memeriahkan acara Parade desainer dalam pembukaan JFW 09/10, di antaranya: Carmanita, Ghea Panggabean, Hengky Kawilarang, Ian Adrian, Irna Mutiara, Kanaya Tabitha, Lenny Agustin, Merdi Sihombing, Sofie, dan Valentino Napitupulu.
Diversity And Modernity
Layaknya social media dan hinggar bingar identitas yang meng-klaim sebagai Internet marketing, hampir semua pengunjung mengekpresikan style dan fashion sebagai personal identity yang bebas, namun event JFW mengajak kita untuk ber-nostalgia dengan baju adat yang berpadu indah dengan sentuhan modern, tanpa kehilangan ciri khasnya .

Menggalang semua kekuatan kulture dan budaya yang dimiliki negeri ini untuk memajukan industri mode Indonesia. Menunjukan kekayaan budaya dan potensi kreativitas Indonesia, yang terbias dari diversity kain tradisional dari seluruh pelosok nusantara, kedinamisan para desiner serta keuletan para wirausahawan dan maketer 2.0 Indonesia, adalah elemen-elemen penting yang harus dipadukan untuk mencapai tujuan memantapkan jakata sebagai episentrum kota mode.
Sekarang giliran kamu, sudah pernah menghadiri Jakarta Fashion week?
ps: di era social media yang horizontal yang hyper konsumtif akan web tool 2.0, kenapa blogger tidak ada privillage tuk gala dinner India-Indonesia







wahhh
kalo saya ke Jakarta aja blom pernah
Ke jakarta lah msa, sekali kali liat ibukota yang semakin panas dan menggila
mendingan nonton di tv aja saya mah
@jimmy
pantau dari kaskus juga bisa lho kang
saya sering ke jakarta tapi tau urusan fashion ke mangga dua atau tanah abang doang, jarang tuh ke The Pasific Place
Wah, infonya mantab mas. Baru ini dengan ada JFW. Rasanya batik perlu diexplore terus biar gak dicuri Malingsia. Thx.
Wah kayaknya perlu dicoba neeh… Pingin lihat juga sih hasil2 kreasi anak negeri. Tapi emang selayaknya sih begitu. Biar budaya kita gak ilang, tapi juga makin kreatif…
Btw, it’s a nice blog… Salam Kenal juga…
@mamah aline
saya pun baru pertama kali liat fashion
@Fauzi & @Yusuf Perdana
yg pnting ngak dicuri. mungkin karena itu JFW – jakarta fashion week mengundang para blogger, sebagai internet marketing dan buzz marketing *mungkin
amin
Waduhh ga ngerti masalah fashion nehh…
kalaupun ada di kota saya, keknya lum tentu hadir coz ga ngerti mode