Jika dahulu internet dan social media hanya dianggap senang senang belaka, saat ini berkembang menjadi media industry bahkan dibulan puasa ini, ngak terbayang berapa banyak pahala yang diperoleh dari ber-tweeting. Begitu juga blogging dulu kegiatan ini dianggap tak bermutu, justru saat ini corporate yang tidak punya blog mulai dianggap un-professional. Ngak heran kalau secara perlahan memiliki blog dianggap hal yang fundamental. Tapi, yah.. begitu… masih sebatas punya saja.

Sewaktu saya , berdiskusi remeh remeh dengan ahli waralaba ituh .
Ada ribuan, mungkin sudah puluhan ribu, blog milik para bos alias blog CEO, ngak ketinggalan blog sejumlah pakar bergelar S3 dari sejumlah university Indonesia pun ikut jadi korban kejamnya blogosphere . Tujuan awalnya bisa bermacam macam, jadi Kualitasnya pun macam-macam. Hanya sedikit yang menarik. Beberapa hanya berakhir dengan 2 sampai 3 artikel, sisanya Lebih banyak lagi yang membosankan dan sudah pasti na’as gagal mendatangkan pengunjung. Lalu apa penyebabnya?
Awalnya proses blogging berjalan seru, mereka bergairah menulis dan pembaca pun ada yang berkunjung – walau entah berapa- . Lama kelamaan blog mereka sepi layaknya kuburan. Padahal katanya mereka sudah menerapkan seni dan teknik online marketing , search engine optimization ( seo ).
Mendengar hal itu, saya jadi teringat tentang pengelolaan blog lewat teknik search engine optimization marketing . "Buatlah blog dan perbarui isinya secara berkala dengan begitu akan meningkatkan peluang muncul di halaman pertama mesin-mesin pencari dan hasil akhirnya menarik pengunjung".
Rupanya online strategi ituh tak selalu berhasil, apa iya ? biarpun blog sudah dibuat dan isinya diperbarui berkala, mesin pencari tak juga memunculkannya di halaman pertama. Di manakah salahnya blog ‘jablay’ itu ?
Copywrithing 2.0
Tehnik jurnalistik agar pembaca bisa menikmati tentu ngak salah kalau dimiliki seoarang blogger, tapi berbeda lahan berbeda juga tehniknya. Kalau di koran atau journal ilmiah mereka yang bergelar s2 atau s3 bahkan conventional CEO pun bisa melakukannya, tapi bukan berarti mereka juga ahli di ranah online. Oleh karna itu, copywrithing perlu dilengkapi dasar dasar menulis tulisan di Blog. Selain itu, perlu juga berkreasi dan memadukan ilmu jurnalistik dengan keyword keyword yang disasarkan. SO,… cek lagi deh berapa banyak tulisan yang sudah memenuhi kaidah seo copywrithing .
Wisdom
Ngak salah rupanya kalau SEO dikatakan knowledge 2.0 . Ilmu pengetahuan yang sepatutnya sudah diwajibkan ini bisa dikategorikan sebagai seni namun bisa juga technical science. SEO itu ngak mudah, terbukti blog yang sejak awal diniatkan semata-mata demi teknik SEO hampir pasti berakhir di ujung jalan yang sunyi. Mengalami kekosongan jiwa, guna dan faedahnya. Kalau sudah begitu di sana membuat pengunjung yang semula mencari dan berharap menemukan wisdom di blog para ahli, lama-lama hanya mendapati bujukan dan rayuan basi dan ujungnya mereka kapok. Dan ogah datang lagi. Jangan salahkan SEO yang mengaburkan wisdom anda, tapi bersatulah dengan ilmu search engine optimization ituh.
Passion dan authority
Yang pernah belajar dasar-dasar pemasaran, pasti sudah kenal pakem-nya Philip Kotler tentang unsur 4P dari pemasaran: product , price , packaging , dan promotion . Blogging tidak juga boleh melupakan unsur 4P itu, tapi ada unsur terakhir yang paling penting dari itu semua, ialah "Passion ".
Ngutip sedikit dari Ndoro "Jika sejak awal hanya akan menulis tentang, misalnya tips manajemen dan pengelolaan sumber daya manusia, ya jangan sampai kemudian menulis informasi peluncuran produk baru atau kegiatan yang jauh bersimpangan. Semakin jauh blog dari komitmen awal, semakin jauh pula kepergian para pengunjung.
Pada saat itu, anda semakin menjauh dari authority dan semakin sulit orang mengingat anda sebagai apa.
Masih seputar passion, harap maklum memang, sepanjang apapun title anda, ngak jarang membangun authority dari awal layaknya para nubie . Karna itu hanya mereka yang memiliki passion dan komitmen tinggi yang mampu bertahan dengan blognya. Dan mereka yang hasratnya begitu tinggi untuk berbagi ilmu, ide, mau ber-networking maupun berblogwalking serta kearifannya sajalah yang blognya bakal tetap dicari pembaca.
Bayangkan sebagai pembaca, bila kita membaca blog yang kehilangan passion , blog yang tak dikerjakan dengan sentuhan personal…uhhh. Ini memang bukan melulu soal SEO marketing , karena itu pertimbangkanlah fakta itu. Pelajarilah cara kerjanya…


