Seru musim liburan ini ada dua inspiratif yang akan diputar di bioskop yaitu, ‘Garuda di Dadaku’ dan ‘King’.
Melengkapi hoby musiman dalam menerjang film film summer holiday, ngak jauh film liburan yang cocok untuk keluarga…

Seorang pacar ngajak saya nonton .. upss kebalik , saya ngajak pacar nonton film " Garuda di dadaku ". Harapannya untuk seneng seneng, dan inspiratif nya soal nasionalisme. Alesannya ? film garuda didadaku ngulas tentang nasionalisme, gue nafsu ama bola, yang terakhir film ini beda. The Economy of Scarcity: Teori Ilmu Ekonomi Kelangkaan, menjelang pemilu pilpres dan politik 2.0 , film politik , film pocong sama cinta terlalu banyak beredar akibatnya basi !!. Semua orang suka dengan barang langka. Adalah suatu kemewahan dan kebanggaan tersendiri bagi seseorang untuk memiliki barang langka, Lalu apa ? inilah yang gue dapet di " Garuda di dadaku ". Ya itu tadi kemewahan dan kebanggaan, tapi….
Dan ternyataaaa..!! Ehh..!!! yang nonton anak anak semua
(
Tentu saja bukan pengalaman yang menyenangkan, tapi malah agak sedikit menjengkelkan.Sebelum film garuda didadaku diputer, gue ngeliat trailer planet 51 sama ice age 2 . aduuhhh
jomplang banget. Yang takdi harapkan terjadi juga, sejak filmnya mulai sampe abis, ekspetasi gw ilang ngak berbekas.
Review dan kritik konsumen : What is Garuda Didadaku made it for ?
Okeh, gue ngerti ini pilem lokal, plus yang maen juga anak anak, wajar dong kalo yang nonton juga bocah bocah ?
Tapi seandainya Garuda didadaku juga memikirkan gimana unsur sepakbola untuk narik animo konsumen udah terlanjur kentel banget. Sayang yang keluar cuman gocekan step over, sama muter muter yang intinya maen individu sisanya cuman ngajarin kejujuran. Sayang banget, Coba juga digarap komponen utama dalam membangun Inspiratif Nasionalisme . "Gimana lewat sepakbola mengajarkan kebangaan nasionalisme lewat kerjasama tim ".
Bagaiaman dengan film "King" ? kita tunggu aksinya, yah setidaknya bulutangkis bisa lebih excuse buat mengajarkan personal branding individu dibanding memupuk nasionalisme lewat kebersamaan.
Pertanyaannya ?
Nah apakah dua film itu bisa bersaing dengan film cinta, film summer holiday keluaran barat dan film pocong? Speak yuk!
Incoming search terms:
- ,review film garuda di dadaku,review of garuda di dadaku film,review film garuda didadaku,nasionalisme,resensi film garuda di dadaku,komentar film garuda di dadaku,ARTIKEL FILM GARUDA DI DADAKU,movie review garuda didadaku,filem yang tidak nasionalisme,artikel nasionalisme garuda di dadaku,review garuda di dadaku,contoh kritik artikel garuda di dadaku,review film garuda didada ku 2,contoh kritik film garuda di dadaku secara teoritis,reviem film garuda didadaku,resensi rilm garuda didadaku,contoh resensi film garuda di dadaku,nasionalisme dan internet,nasionalisme dalam film garuda di dadaku,contoh resensi film garuda di dadaku yg ke 2


