
Memanfaatkan media pemasaran konventional tidak lagi se-efektif dulu, khususnya bagi kalangan intelektual, mereka tau pesan yang disampaikan tidak tulus dan terlalu jelas tujuannya "menggiring opini publik " dibanding men-suugest. Jenis komunikasi vertikal tidak lagi relevan untuk mendapat konversi yang baik dalam branding awareness ataupun marketing penjualan. Untuk itu komunikasi horizontal lewat social media dan berbagai media yang akrab dengan prosumer perlu dijajaki . Berbagai bentuk iklan dari banner ad sampai paid review atau artikel berbayar lewat para blogger adalah langkah ter-jitu. Namun bagaimana kalau paid review itu sendiri dilakukan pada media portal berita ?
What portal news is for ?
Pemberitaan media konventional hadir dengan segala macam beritanya, khusunya koran mereka berusaha menampilkan bertita olahraga, kesehatan, bisnis dan bahkan politic. Dalam penerapannya portal news tidak jauh beda, perbedaan itu sendiri hanya pada medianya yang mudah diakses tanpa perlu membayar biaya produksi lembaran kertas. Lewat media online ini juga, portal news menyajikan berita yang selengkap lengkapnya mirip dengan toserba. Lagi lagi dengan perbedaan lahannya, melalui media online ini penyajian berita dapat diakses kapan pun dan dimanapun.
Sementara dari persamaannya adalah dari sisi pos revenue, portal news memiliki media ad placement yang lebih hemat dari sisi biaya dan kemampuan daya jangkaunya. Selayaknya media koran, berita yang disampaikan harusnya dapat seimbang tanpa memihak, sekalipun hal itu hanyalah sebuah survey.
Detik Review ad.
Sebagai bentuk marketing plan dari online strategy , menampilkan ulasan berita berbayar adalah langkah jitu untuk meraih brand message, personal branding dan juga membentuk opini publik . Langkah menarik bagaimana detik news memberikan paid review untuk salah satu peserta pilpres.

Di bawah judul tulisan itu tak tercantum siapa reporter yang menuliskannya. Di situ tertulis inisial: "adv" ( iklan advertorial ) dan efeknya nyaris tak ada beda dengan berita berita lainnya. Bahkan menjadi kabur lagi, karena di sebelahnya ada kata "detiknews" yang bisa ditafsirkan bahwa tulisan itu adalah berita. Terlepas dari pembentukan positioning dan marketing strategy yang sempurna ini.
Bolehkah media portal melakukan praktek paid review ?
Perlukah media portal memberi garis batas yang jelas antara berita dengan service review berita ?
Menurut anda Salahkah, metode online marketing strategy dengan memanfaatkan portal dibanding Blog atau forum ?
Incoming search terms:
- ,advertorial berita,iklan opini,pengertian iklan advertorial surat kabar,Gambar Iklan Opini,contoh advertorial news,arti advertorial di surat kabar,ADVERTORIAL DETIK,strategi news portal online,perbedaan portal koran online dengan search engine,tips bermain paid to review,pengertian IKLAN opini,Media portal olahraga,marketing komunikasi horizontal,komunikasi vertikal,komunikasi horizontal-vertikal,iklan berita,bisnis dari portal news,apakah main paid review ?,• komunikasi horizontal




