Pakaian Avatar Anda Akan Diatur Oleh Perusahaan, Mau?

Posted on 14. Oct, 2009 by Arham Blogpreneur in Social Media

Seiring perkembangan social media, khususnya pertumbuhan kekuatan ‘rainmaker ‘ personal ternyata menimbulkan beragam efek social media strategy, misalnya penggunaan Blog yang awalnya sebatas personal menjadi corporate, lalu  penggunaan situs-situs jejaring sosial dalam bisnis seperti media twitter dan facebook . Kelanjutan dan dampak berbagai perusahaan yang menerapkan social media identity via twitter marketing maupun facebook marketing rupanya menimbulkan masalah-masalah baru.

Pernahkah Anda membayangkan, bahwa baju apa yang Anda kenakan untuk avatar di Twitter atau facebook dan plurk, akan diatur oleh perusahaan tempat Anda bekerja?

Lembaga spesialis teknologi informasi Gartner, Inggris memprediksi sampai akhir 2013 nanti, 70% pelaku bisnis akan memiliki panduan "How To" mengenai kode-kode etika berperilaku ketika karyawan bertindak sebagai representasi dari perusahaan, apakah itu di lingkungan nyata maupun virtual. Selain hal itu masih ada panduan ber-busana "avatar dress code "untuk semua karyawan yang menggunakan social media (facebook, plurk, twitter , bahkan forum) sebagai bagian dari pekerjaan mereka.

Social Media Impact for Company Brand Identity

Rasanya memang tak salah, lihat aja perkembangan pemasaran dan public relations yang mau tak mau harus memakai media online kalau masih mau berkutik. Terlebih lagi penggunaan lingkungan-lingkungan virtual bagi keperluan-keperluan bisnis terus meningkat, maka tak aneh bisnis perlu memahami penggunaan avatar dalam kaitannya dengan pengaruh company brand identity terhadap bisnis atau reputasi perusahaan ." Mau bagaimana lagi, media Online dan dunia nyata sudah semakin tak berjarak…

Corporate Branding Made by Employee Attitude

Kalangan pengamat online marketing , cyber branding dan analis teknologi informasi mengingatkan bahwa perilaku dan penampakan avatar merupakan refleksi dari individu dan perusahaan tempat para aktivis social media bekerja. Oleh karena itu karyawan perlu diberi pelatihan mengenai manajemen reputasi, dan perusahaan bisa saja mulai meminta karyawan agar memisahkan antara avatar personal dan profesional.

lalu pertanyaanya..

Apakah dikantor Anda memiliki divisi social media? atau anda diminta mewakili perusahaan anda

Bersediakah anda diatur untuk penggunaan avatar?

Tags: , , ,

INGIN MEMPUBLIKASIKAN ULANG ARTIKEL INI ?

*copy-paste kode di atas ke dalam form posting blog anda

3 Comments

jarwadi

17. Oct, 2009

sejauh mana perusahaan akan membuat suatu aturan, mungkin akan mempertimbangkan configurasi dari pasukan kerja yang dimiliki serta posisi dan tugas masing masing nya, atau bila ada kontrak kerja dengan suatu karyawan akan mungkin suatu apa …

Blog ini keren sekali, ijin untuk me rss ya

arham

17. Oct, 2009

Silahkan mas :-D

sumartono

18. Oct, 2009

Nice info mas arham, jujur posting-postingnya dahsyat. Salam, sukses selalu ya.

Leave a reply