Pasal karet UU ITE kembali bawa korban netizen

korban pasal karet UU ITE photo

Belum selesai masalah RS Omni melawan prita mulyasari tentang perlindungan konsumen dan masalah pelanggaran ham , yang bahkan masih ditambahi kasus keterlibatan Kejaksaan lewat medical cek up gratis. Sekarang satu lagi korban netizen yang terjebak si pasal karet UU ITE . Kali ini Indra Sutriafi Pipil salah seorang facebooker dan juga seorang guru dari Sulawesi Utara, mengaku bahwa ia dikenakan UU ITE akibat memposting kritikanyang dianggap hinaan ke Drs. jelantik Mokodompi, walikota Kotamubagu.

Isi uu ite yang memberatkan konsumen atau seseorang untuk menyuarakan opini, digunakan pihak walikota, untuk menggugat karena Indra menyuarakan “Korupsi waktu “ terhadap walikota Kotamubagu. Menarik untuk dibahas mau diapakan  UU-ITE Pasal 27 ayat 3 mengenai pencemaran nama baik, dan bisa dikenakan hukuman 6 tahun penjara jika dianggap melakukan pencemaran nama baik, mengingat semakin terbukanya korban korban pelanggaran HAM.

Tidak Ingin ketinggalan UPDATE BERITA MENARIK Road-entrepreneur.com? silahkan subscribe email disini.

Article written by Arham Haryadi

About: Bukan Seleb Blog, secara berkala menulis tentang Tips SEO / SEM, bisnis internet dan Social Media Marketing Strategy, Berita Startup Lokal, Wordpress, dan lain-lain. Ingin belajar atau Ingin berkenalan?

Tags: ,

One Response to “Pasal karet UU ITE kembali bawa korban netizen”

  1. Felix 10. Jun, 2009 at 6:58 pm #

    Sebenernya kalo memang merasa dicemarkan nama baiknya klarifikasi dulu dong, yang bener gimana, jangan lantas serta merta menuntut orang yang mengkritik. Justru hal itu bisa jadi tanda tanya besar, jangan-jangan kritik yang ditujukan memang benar adanya. Kritik akan selalu ada, tinggal bagaimana menyikapinya kan..

Leave a Reply