Ahad, 16 Agustus 2009 kemarin, bertempat di Rolling stone, Jakarta selatan . Saya serta beberapa orang teman blogger, menghadiri malam deklarasi gerakan #indonesiaunite . Sebuah ekspresi nyata nasionalisme 2.0 yang dimulai dari gerakan komunitas komunitas online. Beberapa moment sebelum deklarasi malam itu, kita juga diingatkan tentang semakin efektif dan semakin dekatnya dunia online dan offline.

Selasa 4 Agustus 2009 yang lalu. Hanya dalam hitungan detik semenjak berita meninggalnya Mbah Surip , maka keriuhan berita social media dimulai dari status update di Facebook, artikel di berbagai blog yang memakai kata kunci ‘mbah surip ‘ dan aktivis Twitter mengucapkan bela sungkawa untuk Mbah Surip . Lalu apa dampak berikutnya, hanya dalam waktu 3 jam maka topik Mbah Surip menjadi trending topic nomor satu di Twitter di seluruh dunia.
Ngak ketinggalan beberapa hari sebelum hai besar itu, hebohnya aksi marshanda via youtube . Lalu apa dampak berikutnya, ratusan media cetak, TV dan radio pun ikut ikutan membahas. Ngak jarang pun pembahasan social network analysis coba diangkat beberapa program infotainment, yang analysis-nya justru diambil dari beberapa blogger.
Lalu apa yang perlu dicermati dengan semakin dekatnya iklim social media dengan dunia nyata ?
Tak bisa dipungkiri, jika dulu berita dikontrol lewat redaksi sekarang mereka yang mengikuti social news .Pergeseran siapa yang menyetir berita pun, berdampak baik bagi bangsa yang mulai diragukan nasionalismenya. Pengaruh blackberry, blog, twitter dan facebook berhasil menjembatani semangat kebangsaan Indonesia.
Sejak fatwa haram diabaikan, penyebaran berita dan semangat nasionalisme 2.0 pun berkembang pesat. Tak ada alasan lain, indonesiaunite membawa perubahan perubahan baik….
Sejak Indonesiaunite , aktivis social media dan jutaan anak muda mau menggunakan atribute kebangsaan tanpa dibayar. Dengan Indonesiaunite , banyak yang mengekspose dan lewat social media pun banyak yang ikut terekspose dengan berita berita baik tentang Indonesia. Lewat aksi online, Indonesiaunite membuat nasionalsime menjadi mainstream dan trendy .
Trend mempunyai umur, dan sejarah membuktikan bahwa trend akan berlalu. Meskipun begitu saya meyakini semangat Nasionalisme 2.0 #IndonesiaUnite akan berbeda . Jika trend dihasilkan lewat tangan tangan dingin marketer, maka Nasionalisme ini dihasilkan dengan semangat menyuarakan bersama. …..Bersama Semangat Kebangsaan Indonesia …
Bagaimana anda, Sudah merasakan semangat ituh ?
Image source : Ngerumpi.com



Pingback: Twitter Effect memanipulasi konsumen | online business marketing, Online Marketing strategy