Dimulai dengan pengaruh social media terhadap karir, jika di artikel sebelumnya saya ikut ikutan memprediksi bisnis internet dan social media 2010, sekarang fakta faktanya justru seakan datang lebih cepat. Ibarat pansus century yang kebenarannya semakin terkuak, prediksi saya soal social media career perlahan mulai menuju kenyataan. Pengaruh aktivitas di social media semakin mempengaruhi jenjang karir di dunia nyata(offline).
Kedepannya segala aktivitas kamu di social media akan ‘dimata matai’, seperti yang dirilis yahoo. Artikel berjudul Banyak Pelamar Kerja Ditolak Gara-gara Facebook menjelaskan bahwa:
Sebuah survei mengungkapkan, hampir separuh perusahaan telah menolak calon pekerja yang sebenarnya potensial cuma gara-gara Facebook sang pelamar
Satu dari 10 pelamar kerja ternyata ditolak karena ketahuan telah mem-posting sesuatu tentang minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang. Kemudian, 13% karena membuat komentar rasis, dan 9% lainnya ditinjau ulang karena kedapatan menempatkan foto cabul di halaman situs jejaring sosial tersebut.
Perusahaan-perusahaan itu mulai mengecek jeroan Facebook sang pelamar untuk membandingkannya dengan resume curriculum vitae (CV) yang dikirimkan.
Gambaran tentang facebook dan media social lainnya berdampak layaknya bom waktu setelah sebelumnya kita mengenal kasus lunamaya dan prita. Bahkan bukan tak mungkin kedepannya akan banyak aktivis social media hingga seorang rainmaker/influencer/whizer yang gagal menempuh jenjang karir gara gara status di facebook atau tweet di twitter.
Nah, catatan pentingnya adalah meski telah memoles sebaik-baiknya CV mereka, namun percuma saja kalau masih memiliki catatan online yang kurang baik dan bisa dilihat semua orang. Plus, bagi whizer yang mau bekerja sebagai pegawai negeri mulai harus lebih berhati hati, mungkin saja opinni anda justru membahayakan perusahaan
.
>> Apakah isi konten facebook hingga twitter kamu sudah aman? atau justru menunjang karir






