
Beberapa pekan ini secara kebetulan saya membaca dua buah artikel menarik, keduanya mengenai fenomena Sinta Jojo si keong racun. Kedua artikel tersebut mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam optimalisasi artikel yakni: pemilihan judul posting atau halaman. Tulisan yang pertama adalah tulisan yang mengutamakan judul dari sisi pengunjung atau pembaca. Sedang yang kedua adalah postingan yang menilik judul halaman dari sudut pandang mesin pencari Google, Bing dan Yahoo.
Dimana menariknya?
ketika mulai serius di dunia online, khususnya sewaktu berbisnis online maka penentuan judul suatu halaman sangggaaattlah penting. Saat mengacu pada perspective pembaca pada dasarnya sangat berbeda dengan konten yang berkiblat pada crawler search engine.
Online vs Offline Content
Dari sudut manapun saya rasa pemberitaan offline dan online ada pembeda yang kritikal, diantaranya: Jika media offline kita wajib memiliki teknik copywriting yang menyenangkan pembaca, misalnya: judul yang menggoda, alur bacaan yang jelas menurut editor, sementara persoalan berapa banyak eksemplar/dibaca berikan pada divisi marketing. Oh ia jangan lupakan juga pada media cetak konten lawas 98% akan terkubur sulit terakses.
Berbeda kiblat di media online. Judul yang menggoda tetap menarik minat pembaca namun judul yang mengandung keyword dipastikan mendapat angka visit yang timeless(kalau temanya memang mendukung). Dibandingkan editor centrist, alur bacaan boleh sesuai dengan pemilik web -biasanya menjadi ciri khas blog itu- seperti gaya romantisme soekarno ala bung Iman Brotoseno. Pada akhirnya bicara soal online marketing, yang menentukan seberapa sering kontenMu dibaca adalah? berada di posisi berapa artikelmu di mesin pencari.
Human vs Machine: Kalimat Penggoda Vs Keong Racun
Manusia, dalam hal ini pembaca atau pengunjung situs, akan secara alamiah menilai isi dari suatu halaman berdasarkan judulnya. Judul yg “datar” tentunya akan jarang mengundang minat pengunjung untuk membacanya. Perhatikan contoh berikut:
“ipad apple support“
dan bandingkan dengan:
“Pertolongan Pada Si Putih Seksi“
Nah, Mana yg lebih menarik minat kita untuk membaca?
Yang perlu diingat, jangan sampai judul yang dibuat terlihat menarik namun isi halamannya sendiri jauh berbeda dengan apa yg disampaikan di judul. Jangan kasih judul Video dangdut Keong Racun tapi halamannya justru berisi cinta satu malam misalnya, hehehe.
Di sisi lain, algoritma mesin pencari “memaksa” kita untuk membuat judul halaman yang keyword-rich. Dan lagi sudah bukan rahasia lagi Google hanya menampilakan maks 65 karakter dalam SERP-nya, sementara yahoo sekitar 115 karakter dengan spasi dan tanda baca. Kesimpulannya ini tidak mudah!!!
So, Where’s The Long Tail?
Keyword rich dan Judul Penggoda yang tidak lebih dari 65 katakter. Namun sayangnya tidak mudah bagi kita untuk membuat judul halaman yang kaya kata kunci tapi tetap menggugah selera pengunjung yg bukan berasal dari mesin pencari.
Menilik kembali dua contoh judul di atas, behavior pencari informasi di internet tentunya akan memasukkan query “apple support” atau “ipad laptop” (dan berbagai variasi lainnya) untuk mendapatkan halaman mengenai Apple iPad. Sementara, hampir tidak mungkin mereka akan mencari menggunakan query “sexy white” atau “Si Putih Seksi“.
Bagi pemilik situs non-bisnis atau non-komersial, biasanya tidak begitu memperhitungkan permasalahan kata kunci dalam judul artikel, kecuali yg iseng mau mempatenkan diri di halaman pertama SERP seperti rekan masHengky hehehe. Sebaliknya, pemilik situs komersial termasuk juga organisasi sudah pasti harus memajang judul yg paten untuk kemudian dilahap mesin pencari dan pencari informasi. Apalagi jika situs mereka masih tergolong bocah (baca: baru dibuat), salah satu cara untuk menggiring pengunjung ya melalui mesin pencari.
Walaupun begitu, Saya ada dua alternatif untuk membangun judul yg menarik pembaca tanpa meninggalkan kata kunci yang diincar.
- Gabungkan antara penggunaan kata kunci dengan kalimat yang menggoda pembaca.
Misalnya: “Apple iPad Support- Pertolongan Pada Si Putih Seksi“. - Variasikan antara halaman yang menggunakan judul ber-keyword-rich dengan halaman yang ber-fokus pada kalimat penggoda.
Tehnik ini cocok untuk situs berita ataupun blog yang sering di-update.
Dengan menggunakan kedua tehnik di atas, diharapkan situs situs yang genre komersil tetap bisa menggaet pemburu informasi via search engine sekaligus menarik minat pembaca maupun ‘memaksa’ pembaca feed atau aggregator.
Bagaimana dengan Anda sendiri? Cara apa yang Anda gunakan?





Pingback: Tweets that mention Tips Memilih Judul: Keong Racun vs Kalimat Penggoda | Blogpreneur -- Topsy.com