Awalnya saya ingin melanjutkan tulisan “Mengenal Keyword Research for SEO” tapi rupanya bencana akibat titah @tifsembiring tuk blokir konten porno malah jadi berita yang WAJIB diangkat. Mengingat cobaan diawal puasa ini justru berasal dari tindakan ngawur beliau maka saya putuskan untuk mem-pending tulisan keyword research.
Dalam simulasinya Depkominfo memberikan kado yang Saya pikir jauh dari ekspektasi publik. Bekerjasama dengan enam penyedia layanan ISP (Internet Service Provider) terbesar di Indonesia mulai dari Bakrie Telecom, Indosat, Indosat Mega Media (IM2), Telkom, XL Axiata hingga Telkomsel bisa dikatakan GAGAL TOTAL, telihat langsung dari respond pengguna internet.
Awalnya diharapkan banyak pujian karena sukses menggalang ucap-an selamat tinggal pada situs mesum populer, semacam Playboy, YouPorn, dan sebagainya. Ditambah lagi ketika Salah satu pebisnis internet terkemuka pun juga sempat mencoba, hasilnya?

Namun apa boleh buat, menurut sumber yang terpercaya, titah pak @tifsembiring ini sukses membuat gerah pebisnis online. Pasalnya salah satu ISP yakni Telkomsel bertindak anarki nan premanisme agresif yaitu beberapa layanan internet plus media periklanan dan pemberitaan sukses ikut terblokir. Apa saja kata mereka tentang blunder ini:
Inisght dari Tweetizen
Saya sendiri menilai ada dua hal menarik, pertama, persoalan teknik filter konten yang digunakan, mulai dari IP Address atau alamat situs dan yang sudah cukup populer yaitu keyword based(yang ini menjadi olok olok Net savvy). Kedua, bagaimana dampak kenyamanan pengguna maupun pebisnis internet yang domain tak bersalahnya justru DIFITNAH sebagai situs porno.
Terus terang saya yang sedang berkutat dengan monitoring suatu brand merasa terganggu, kalau menurut Anda sendiri bagaimana?



