Penculikan ide ituh hanya WACANA saja. Ngak perlu takut meskipun, seandainya terjadi jangan sampai ngak tau resikonya ikut kompetisi startup, eh baru setelah kejadian(penculikan ide peserta) baru deh pada ribut
. Beberapa waktu yang lalu sebuah komentar muncul menanggapi artikel sahabat saya tentang SWAStartup (salah satu ajang kompetisi bagi startup lokal). Beliau mengungkapkan keresahannya tentang Wacana Pencurian Ide Bisnis para peserta yang gugur dari ajang seleksi. Namanya juga startup, ide boleh saja belum teruntai dengan rapih, namun cetusannya tentu lebih berharga dibanding kerapihan itu sendiri. Karena itulah pemasalahan ide ini mengeruak.
Diskusinya sendiri sudah berlangsung, berikut cuplikannya
Terkait wacana keamanan kompetisi startup, khususnya SWAStartup ini. Saya memiliki pandangan yang semoga bisa menjadi pertimbangan kalian para peserta startup.
Ide Itu Tergantung Bumbunya
Ide boleh saja dicontek atau dicuri dari mana saja, tapi perbedaan lokasi pengguna juga berarti perbedaan behavior dan karakter audiense. Nah, ini selalu mejadi bumbu yang menarik. Meskipun ide Anda diculik, jangan takut karena belum tentu si penculik memahami untuk pengguna yang seperti apa ide Anda bisa diterapkan. Yah, kecuali dia melemparkan ide Anda dalam wujud setengah jadi alias Beta layaknya Google melakukan kolaborasi dengan penggunanya.
Tidak Ada Ide Yang Benar Benar Besar, Sampai Anda..
Berhasil mendapatkan uang darinya. Jika Anda pernah dengar JPG Magazine, tentu Anda juga memahami point ini. 2009, Januari majalah fenomenal skala internasional ini terpaksa “bongkar lapak” padahal JPG Magazine diterbitkan secara profesional dan komersial sedangkan hal terhebatnya adalah biaya konten diraih dengan cukup minim. Alasannya? JPG Magazine adalah majalah User Generated Content. Nah, lalu kenapa mereka gulung tikar, padahal tergolong laris di beli? salah satu alasannya JPG Magazine tidak mampu mengkonversi iklan. Advertiser tentu ngak mau hanya dilihat tapi juga perlu berkomunikasi dengan konsumennya. Lebih dalam mengenail alasannya Anda bisa baca thesis scoble disini.
Ide Itu Tidak Sepenuhnya Gratis Tapi..
Jumlah manusia di bumi itu tidak sedikit. Tidak mungkin semuanya hanya memikirkan satu hal. So, apa yang ada dalam pikiran Anda sekarang kemungkinan besar sedang dipikirkan orang lain juga. Lalu esensinya? Don’t get too excited, Segera eksekusi ide Anda, dan temukan apa yang valid dan tidak valid dalam ide tersebut di luar pikiran Anda. Bukankah siapa pembuat ide ditentukan dari siapa yang lebih dulu mempopulerkan
.
Ide Itu Tergantung Siapa Yang Menjalankannya
Satu query dari @rampok menginspirasi Saya untuk alasan ini. Kabarnya Facebook bukan dicetus oleh Zuckerberg, tapi Saya yakin jika seandainya bukan dia so pasti Facebook ngak akan seperti sekarang. Esensinya adalah? tidak perlu takut dicuri, toh beda tangan beda hasilnya.
It’s Your Call
Jika Anda punya resource yang mencukupi, saya anjurkan menganut paham “fail fast”. Segera eksekusi ide Anda, Lebih sering menemukan banyak kesalahan maka semakin matang juga aplikasinya. Semakin banyak ide yang ‘salah’ cenderung nyeleneh akan membuat peluang menemukan ide yg benar semakin besar bukan?
Tantangan dari saya: bagi para peserta yang nanti akan gugur, buktikan kalau ide Anda lebih baik dari pemenangnya nanti. Bukankah praktek lapangan sudah banyak yang membuktikan “Si gagal jauh lebih suskses daripada si pemenang kontes” yah sekalipun tidak disokong modal besar.




Pingback: Tweets that mention Wacana Penculikan Ide Bisnis Soal Keamanan Kompetisi Startup -- Topsy.com